Arnis Muslifa - Efektivitas Cendawan Mikoriza Arbuskular dan Pupuk Konsorsium Mikroba thd Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis)

Tugas Akhir / Skripsi Biologi
Disusun oleh: Arnis Muslifa
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Biologi
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas pemberian CMA, pupuk konsorsium mikroba dan kombinasi keduanya dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian Gunung Anyar, Surabaya. Parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, panjang akar, biomassa batang dan daun, biomassa akar dan berat bintil akar. Sedangkan parameter produksi meliputi berat polong per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dan uji faktorial (3x3), 3 macam konsentrasi CMA (0, 20 g, 30 g), dan 3 macam konsentrasi pupuk konsorsium mikroba (0, 20 ml, 30 ml), masing-masing perlakuan dengan 5 replikasi. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA jika ada beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA, pupuk konsorsium mikroba serta kombinasinya berbeda nyata (α < 0,05) terhadap pertumbuhan dan produksi kacang koro. Pemberian CMA 30 gr memberikan hasil tertinggi , tinggi tanaman (109 ± 8,27 cm), panjang akar (5,2 ± 9,08 cm) dan berat bintil akar (5,29 ± 0,60 g) dan CMA 20 g memberikan hasil tertinggi pada biomassa batang dan daun (273,40 ± 51,69 g), berat polong (387,60 ± 41,45 g) dan berat kering biji (152 ± 48,16 g). Pemberian pupuk konsorsium mikroba 20 ml memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (117, ± 10,54 cm), panjang akar (55,2 ± 3,70 cm), pupuk konsorsium mikroba 30 ml memberikan hasil tertinggi pada biomassa batang dan daun (346,80 ± 75,90 g), berat bintil akar (7,86 ± 2,51 g), berat polong (700 ± 154,11 g) dan berat kering biji (188 ± 53,57 g). Kombinasi CMA 20 g dan pupuk konsorsium mikroba 20 ml memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (107 ± 4,24 cm), biomassa batang dan daun (248,60 ± 73,70 g), biomassa akar (27,20 ± 7,04 g), berat bintil akar (8,64 ± 0,69 g), berat polong (460 ± 163,55 g) dan berat kering biji (154,80 ± 11,40 g) dan kombinasi CMA 20 g dan pupuk konsorsium mikroba 30 ml memberikan hasil tertinggi pada panjang akar (54,10 ± 4,21 cm). Pemberian CMA dan pupuk konsorsium mikroba berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang koro pedang. CMA 30 g, pupuk konsorsium mikroba 20 ml dan kombinasi antara CMA 30 g dan pupuk konsorsium mikroba 20 ml memberikan efektivitas tertinggi dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang koro pedang.

Riska Andriani - Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Hutan Musim dan Hutan Selalu Hijau (Evergreen) Tanah Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur

Tugas Akhir / Skripsi Biologi
Disusun oleh: Riska Andriani
Program Sarjana Universitas Airlangga
Program Studi Biologi
Fakultas Sains dan Teknologi

Intisari:

Pengungkapan keanekaragaman makrofauna tanah di Indonesia masih sangat kurang, khususnya di wilayah-wilayah konservasi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui jumlah dan komposisi, tingkat keanekaragaman, dan mengetahui tingkat kesamaan komunitas antara hutan musim dan hutan selalu hijau (evergreen) di Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada 10 stasiun, dengan jarak antar stasiun 2 HM (Hekto Meter). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode hand sorting, kemudian dicari indeks dominansi, indeks keanekaragaman, dan indeks kesamaan Sorensen, yang dilanjutkan dengan group average clustering methods. Makrofauna tanah yang diperoleh sebanyak 796 individu dari 24 ordo, dan didominasi ordo Hymenoptera, Diptera, Geophilomorpha, Diplura, dan Oligochaeta. Indeks keanekaragaman tertinggi di hutan musim terdapat pada stasiun IV (2,45) dan di hutan selalu hijau terdapat pada stasiun VI (2,30). Analisis group average clustering methods menunjukkan bahwa stasiun II dan stasiun V pada hutan musim memiliki kesamaan tertinggi (78,26%), sedangkan di hutan selalu hijau kesamaan tertinggi terdapat pada stasiun IX dan stasiun X (85,71%).

Kumpulan Judul Skripsi Biologi - Headline Animator